Peningkatan Kapasitas FPRB dalam Penanganan Reptile
Segoroyoso (03/11) – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kalurahan Segoroyoso dengan koordinator kegiatan Jagabaya Segoroyoso pada Minggu (02/11) melakukan kegiatan peningkatan kapasitas FPRB dalam penanganan reptile. Hadir sebagai nara sumber dalam kegiatan tersebut adalah dari Damkar Kabupaten Bantul.
Nara sumber menyampaikan bahwa sebelum melakukan evakuasi terhadap reptile maka perlu mengenali dulu jenis ular sehingga tidak salah dalam melakukan evakuasi karena jangan sampai mencelakai diri sendiri akibat kurangnya pemahaman. Selain itu yang perlu diperhatikan juga adalah adanya savety berupa sarung tangan dan alat yang digunakan bisa berupa hug maupun penjepit. Perlu diketahui bahwa ular tidak suka dengan bau-bauan termasuk wewangian sehingga bisa mengusir ular dengan bau-bauan atau wewangian. Namun ular tidak takut dengan garam, sehingga jika jaman dahulu disarankan untuk menaburkan garam untuk menghindari ular, maka itu hanyalah mitos belaka.
“Tempat-tempat yang disukai ular adalah di tempat yang lembab misalnya di kamar mandi atau di kolong-kolong meja dapur. Adapun jika ada ular yang masuk ke kamar, hanya karena lewat saja. Salah satu upaya yang dilakukan agar ular tidak masuk ke dalam rumah adalah agar memotong pohon yang menjuntai ke atap rumah karena bisa untuk lewat ular masuk ke dalam rumah.”, demikian imbuhnya. Selanjutnya diadakan praktek penanganan reptile.#R-na
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin