Nguri-Uri Tradisi Nyadran di Segoroyoso
Segoroyoso (10/02) – Nyadran adalah sebuah tradisi masyarakat jawa yakni membersihkan leluhur, tabur bunga, tahlil, dan mengirim doa. Umumnya nyadran dilaksanakan di area kompleks pemakaman, waktunya di bulan Ruwah yakni sebelum puasa.
Tradisi nyadran juga banyak dilakukan oleh masyarakat di Segoroyoso dari Pedukuhan Srumbung hingga Karanggayam. Ada yang dilaksanakan di tanggal 10, namun ada juga yang dilaksanakan setelah tanggal 10 sesuai dengan kesepakatan di masing-masing pedukuhan.
Adapun yang melaksanakan nyadran pada hari Minggu (8/02) bertepatan dengan tanggal 20 Ruwah adalah di Makam Pelemsari Dahromo dan Makam Trukan. Ahli waris yang mempunyai leluhur di kedua makam tersebut berbondong-bondong ke area makam untuk mengikuti nyadran. Mulai dari membersihkan makam, menabur bunga, tahlil, dan doa bersama. Nyadran yang pada zaman dahulu hanya diikuti oleh kaum laki-laki dan anak-anak, namun semakin lama berkembang diikuti juga oleh kaum perempuan baik ibu-ibu maupun remaja putri bahkan yang berada di luar daerah pun menyempatkan untuk bisa mengikuti nyadran. Hal ini tentunya menambah semaraknya suasana nyadran. Area pemakaman yang identic dengan aura menyeramkan seketika berubah menjadi majlis doa. Seiring dengan doa-doa yang dipanjatkan oleh ahli waris, agar para leluhur diberi tempat yang sebaik-baik tempat milik Alloh SWT, diampuni segala salah dosanya, dan diterima segala amal baiknya.#R-na
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin